Oleh: Kasmono Monex, penggemar hidup sehat
Stretching identik dengan peregangan otot untuk menjaga otot-otot tubuh agar tetap lentur, kuat dan sehat.
Gerakan dalam tenis meja membutuhkan kelenturan dan kekuatan otot, oleh karenanya otot harus dijaga dan dilatih.
Sebelum dan sesudah latihan disarankan untuk melakukan stretching. Walau begitu, orang yang tidak berolahraga pun disarankan untuk melakukan peregangan otot minimal dua kali dalam seminggu dengan durasi 60 detik.
Lakukan stretching secara menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi tubuh dan bagian otot mana yang diperlukan. Stretching sangat ampuh untuk meminimalisir terjadinya cidera.
Baca juga: Kram otot pada tenis meja penyebab dan pencegahannya
Stretching yang paling umum dan aman disebut static stretching. Stretching ini cocok digunakan untuk meningkatkan panjang, kekuatan, dan kelenturan otot. Peregangan ini sangat cocok dilakukan setelah selesai berlatih. Regangkan kelompok otot yang ditargetkan hingga terasa otot tersebut menegang. Tahan posisi tersebut selama selama 15-60 detik.
Kemudian ada dynamic stretching (peregangan dinamis), dimana kita melakukan gerakan tertentu sebanyak beberapa kali pengulangan dengan meningkatkan jangkauannya di setiap gerakan. Yang sering dilakukan oleh pemain tenis meja adalah dengan memutar bahu dan pergelangan tangan.
Semua gerakan stretching ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak tubuh dengan lebih maksimal, sehingga setiap gerakan menjadi lebih leluasa dalam mendukung performa permainan.
Bagi atlet, mereka seringkali melakukan peregangan balistik (balistic stretching). Peregangan ini bisa meningkatkan performa pemain dalam melompat dan gerakan memukul. Ini adalah jenis stretching intens yang menggunakan gerakan memantul dan menyentak untuk mendorong otot melampaui rentang gerak normalnya, seperti halnya gerakan shadow.
Memang banyak sekali manfaat dari sekedar stretching. Selain meningkatkan fleksibilitas, tubuh yang lentur akan lebih mudah dan nyaman dalam melakukan setiap gerakan. Dengan otot yang kendur dapat mengurangi stress dan lebih rileks.
Otot yang tegang dan tidak seimbang dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk seperti skoliosis. Dengan melakukan stretching, kita bisa memulihkan kembali ketegangan otot-otot yang tidak seimbang. Jika dilakukan dengan rutin, stretching bisa membantu postur tubuh menjadi lebih baik lagi.
Stretching juga bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah ke otot di seluruh tubuh menjadi lancar, sehingga pemulihan otot setelah berlatih bisa lebih cepat dan resiko nyeri otot, seperti pegal di betis, nyeri otot paha, atau nyeri punggung juga akan menurun.
Jangan malas untuk melakukan stretching sebelum dan sesudah latihan tenis meja, mengingat banyaknya manfaat yang dapat kita rasakan.
Jika kita memiliki riwayat cidera atau kondisi medis tertentu seperti syaraf kejepit dll, konsultasikan hal tersebut kepada dokter keluarga.
Semangat sehat dan salam 🏓